Berikut ini adalah pengalaman menulis surat cinta pertama saya,hehhee. surat cinta pertama kepada orang yang sama sekali tidak saya kenal, yeyeye ini surat cinta kepada asisten laboratorium fisika, agak bingung pertamanya untuk memilih salah seorang dari mereka untuk ditulisi surat cinta, hmmm pikir dan pikir-pikir, itung kancing baju,,jiaaakkkk ini hasilnya
Namanya hasan, bukan hasan dan husen seperti lagu rafly dan cucu nabi, tapi dia adalah asisten lab ketika saya mengambil mata kuliah praktikum fisika dasar, suitt..suitt.
eitss..ini hanya untuk have fun aja ya, dalam rangka hari terakhir pertemuan dengan abang-abang dan kakak-kakak asisten tidak mengandung unsur belerang, racun atau pun virus merah jambu,hehhehe
Sabtu, 26 Mei 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Topeng Sandiwara
Mulutmu mengeluarkan bisa
Hingga meracuni pendengar
Lidahku kelu tak berucap
diam tak bergerak
Topeng yang kau kenakan
Ternyata hanya indah diluar
Pantas saja semua terpana
Saat kau bicara semua menganga
Darahku mengucur, namun tak terlihat
Akupun ikut bersandiwara
lewat pasangan mata dan air
Kini kau tertawa dibalik topeng sandiwara
Hingga meracuni pendengar
Lidahku kelu tak berucap
diam tak bergerak
Topeng yang kau kenakan
Ternyata hanya indah diluar
Pantas saja semua terpana
Saat kau bicara semua menganga
Darahku mengucur, namun tak terlihat
Akupun ikut bersandiwara
lewat pasangan mata dan air
Kini kau tertawa dibalik topeng sandiwara
Jumat, 18 Mei 2012
Ngekampus di Hari Merah
Cahaya petir dan suara gemuruh langit terlihat dari celah-celah tirai jendela kamar membuat tubuhku kembali mendekap guling dan mencari selimut untuk menutup mata. pagi itu di sambut dengan perang hujan, lalu pandanganku beralih ke kalender yang menempel di dinding kamar, terlihat tulisannya merah diantara warna hitam yang berarti hari ini libur. Namun alasanku bangun cepat adalah hari ini tetap kuliah meskipun kalender nasional menampakkan wajah merahnya, betapa geramnya saat malam tadi memperoleh info tersebut melalui sms anak kelasku.
Hujan telah berhenti diantara atap-atap rumah, pagi itu dengan make up dan semangat seadanya, ku telusuri jalan darussalam menuju kampus menggunakan supra hitam dengan kecepatan 60 km/jam. seperti dugaanku, mahasiswa terlihat terlantar di luar gedung karena memang ini hari libur dan tak ada ruang kuliah yang terbuka kecuali RKU.
Di sudut kantin RKU beberapa anak sedang membuat barisan seperti dalam bis yang siap berangkat, di dalamnya ada yang cengar cengir, bergosip, bahkan ada juga yang asik dengan komputer jinjing.
Sesaat kemudian kantin yang tidak buka pada hari kosong itu pun dipadati oleh anak kelas Reg A yang merupakan anak-anak sekelas denganku dan diikuti pula tarian angin yang membuat daun-daun menari dan ranting berdendang, membuat jelbab kami bertiup mengikuti tarian angin dan sesekali muncul helai rambut diantara jilbab yang kami kenakan. suasana menjadi dingin, bulu tangan kami berdiri, angin itu berubah menjadi gumpalan hitam dan menurunkan tetes-tetes air, percikan air itu membasahi bangku di depan kami yang di duduki para lelaki, mereka pun menghindari percikannya dan duduk bersebelahan dengan kami.
Hujan semakin membanjiri darussalam, kami terperangkap di dalam kantin yang tidak tersedia makanan dan hanya dihuni oleh Anak-anak reg A, dingin menusuk kulit dan tangis hujan semakin menjadi, beberapa anak menggerutu kuliah hari ini.
Dua jam sudah kami menghabiskan waktu dikantin yang bertempat di samping parit menuju fakultas tehnik, baunya pun sangat luarbiasa ketika tetes hujan mulai menyentuh permukaannya, parit yang sebelumnya kering kemudian basah lalu menciptakan bau yang sangat mengerikan, masuk kehidung lalu menuju otak. Aroma parfum "sweet heart" yang kami gemari berubah menjadi air got yang sungguh menyengat, mungkin jika ada sebatang mawar ataupu melati mereka pun akan dikalahkan oleh bau air hitam yang tak lagi mengalir itu.
Terdengar teriakan kelompok wanita dari ujung dan diikuti kawanan laki-laki yang duduk bersebelahan dengan kami yang saat itu sedang melayang jemarinya diatas papan catur kecil, kami yang duduk agak ke ujung jalan bertanya-tanya apa yang terjadi?, ternyata seseorang baru saja menelepon sang dosen yang mengadakan kuliah hari ini, dan seperti petir yang menyambar saat tadi pagi buta, kabarnya ibu yang akan mengajar itu tidak datang, bersamaan dengan itu terlihat mulut para mahasiswa seperti membaca mantra, mantra kekesalan yang merelakan waktu liburnya tuk menginjak kaki di kampus, padahal cuaca pagi itu sudah memperingatkan.
Hujan telah berhenti diantara atap-atap rumah, pagi itu dengan make up dan semangat seadanya, ku telusuri jalan darussalam menuju kampus menggunakan supra hitam dengan kecepatan 60 km/jam. seperti dugaanku, mahasiswa terlihat terlantar di luar gedung karena memang ini hari libur dan tak ada ruang kuliah yang terbuka kecuali RKU.
Di sudut kantin RKU beberapa anak sedang membuat barisan seperti dalam bis yang siap berangkat, di dalamnya ada yang cengar cengir, bergosip, bahkan ada juga yang asik dengan komputer jinjing.
Sesaat kemudian kantin yang tidak buka pada hari kosong itu pun dipadati oleh anak kelas Reg A yang merupakan anak-anak sekelas denganku dan diikuti pula tarian angin yang membuat daun-daun menari dan ranting berdendang, membuat jelbab kami bertiup mengikuti tarian angin dan sesekali muncul helai rambut diantara jilbab yang kami kenakan. suasana menjadi dingin, bulu tangan kami berdiri, angin itu berubah menjadi gumpalan hitam dan menurunkan tetes-tetes air, percikan air itu membasahi bangku di depan kami yang di duduki para lelaki, mereka pun menghindari percikannya dan duduk bersebelahan dengan kami.
Hujan semakin membanjiri darussalam, kami terperangkap di dalam kantin yang tidak tersedia makanan dan hanya dihuni oleh Anak-anak reg A, dingin menusuk kulit dan tangis hujan semakin menjadi, beberapa anak menggerutu kuliah hari ini.
Dua jam sudah kami menghabiskan waktu dikantin yang bertempat di samping parit menuju fakultas tehnik, baunya pun sangat luarbiasa ketika tetes hujan mulai menyentuh permukaannya, parit yang sebelumnya kering kemudian basah lalu menciptakan bau yang sangat mengerikan, masuk kehidung lalu menuju otak. Aroma parfum "sweet heart" yang kami gemari berubah menjadi air got yang sungguh menyengat, mungkin jika ada sebatang mawar ataupu melati mereka pun akan dikalahkan oleh bau air hitam yang tak lagi mengalir itu.
Terdengar teriakan kelompok wanita dari ujung dan diikuti kawanan laki-laki yang duduk bersebelahan dengan kami yang saat itu sedang melayang jemarinya diatas papan catur kecil, kami yang duduk agak ke ujung jalan bertanya-tanya apa yang terjadi?, ternyata seseorang baru saja menelepon sang dosen yang mengadakan kuliah hari ini, dan seperti petir yang menyambar saat tadi pagi buta, kabarnya ibu yang akan mengajar itu tidak datang, bersamaan dengan itu terlihat mulut para mahasiswa seperti membaca mantra, mantra kekesalan yang merelakan waktu liburnya tuk menginjak kaki di kampus, padahal cuaca pagi itu sudah memperingatkan.
Mungkin aku memang tak bakat
Yah, disini aku bisa menulis sebebasnya, sesuka hatiku tanpa ada yang mengedit, ataupun memotong apa yang ku tulis, meskipun yang kutulis itu adalah "sampah" namun tidak ada orang yang mampu membersihkan kekotoran yang ku buat sendiri. berbeda halnya dengan tulisan yang ku kirim ke suatu media, yang merupakan wadah tempatku mengasah kemampuan yang masih sangat dangkal dan muda. mungkin ada beberapa berita yang ku tulis dimuat bukan karena kelayakannya tapi agar tumbuh semangatku untuk terus menulis, terkadang tulisanku juga memusingkan para editor hingga tingkat dewa,hehehee....
okee, tak jadi soal karena akupun sudah siap untuk itu, namun ketika jerih payah ku memburu berita dan kendala dalam penulisanku semakin rumit dan tulisanku benar-benar tidak dimuat, aku mulai jenuh untuk melakukan pekerjaan itu, dan semangatku mulai turun, ternyata memang aku tak bakat.
entahlah, sudah beberapa minggu ini aku melalaikan tugasku sebagai anggota muda, alasan ku sangat kuat, tapi sederhana yaitu sibuk dan capek, alasan ini sebenarnya mengandung arti yang mendalam dan terletak jauh di dasar hati,hanya ku yang mampu memahami, menyelam apa yang terjadi.
mungkin memang lebih bagusnya kalau aku menulis hanya untuk diri sendiri, tanpa diketahui oleh orang lain karena aku semakin takut untuk menulis apalagi kemampuanku jauh ketinggalan, dan terkadang macet seperti lampu lalu lintas yang ditimpa kemacetan yang sangat panjang, kadang aku berpikir kenapa menulis itu susah padahal waktu kecil itu adalah pekerjaan yang rutin, bahkan aku mempunyai dua buku diary yang kemudian dicuri oleh temanku, dan dibacanya diam-diam.
tapi disini aku bebas menulis, meskipun sampah tulisanku memenuhi kolom ini, kotor karena tertulisi oleh hal yang mungkin tak penting.
okee, tak jadi soal karena akupun sudah siap untuk itu, namun ketika jerih payah ku memburu berita dan kendala dalam penulisanku semakin rumit dan tulisanku benar-benar tidak dimuat, aku mulai jenuh untuk melakukan pekerjaan itu, dan semangatku mulai turun, ternyata memang aku tak bakat.
entahlah, sudah beberapa minggu ini aku melalaikan tugasku sebagai anggota muda, alasan ku sangat kuat, tapi sederhana yaitu sibuk dan capek, alasan ini sebenarnya mengandung arti yang mendalam dan terletak jauh di dasar hati,hanya ku yang mampu memahami, menyelam apa yang terjadi.
mungkin memang lebih bagusnya kalau aku menulis hanya untuk diri sendiri, tanpa diketahui oleh orang lain karena aku semakin takut untuk menulis apalagi kemampuanku jauh ketinggalan, dan terkadang macet seperti lampu lalu lintas yang ditimpa kemacetan yang sangat panjang, kadang aku berpikir kenapa menulis itu susah padahal waktu kecil itu adalah pekerjaan yang rutin, bahkan aku mempunyai dua buku diary yang kemudian dicuri oleh temanku, dan dibacanya diam-diam.
tapi disini aku bebas menulis, meskipun sampah tulisanku memenuhi kolom ini, kotor karena tertulisi oleh hal yang mungkin tak penting.
kau diantara peranmu
Senyumku tak biasa hari ini
Apalagi tingkahku saat ini
Terkadang tertawa dikala sendiri
Kesunyianku kau ketuk dengan hati
Kau bisa jadi Ayah bagiku
Mengetahui titik kenakalanku
Kau bisa jadi teman baikku
Selalu ada saat aku butuh
Kau juga bisa jadi guru
Selalu memberi kultum segar
Membimbing ke arah yang benar
Membuat hidup menjadi lebih tegar
Dan kau juga pengamatku
Di segala sudut tingkahku
Bahkan saat lupa menyerang
Seperti catatan kau mengingatkanku
Kau kirim bintang sebagai penerang malamku
Hingga fajar tiba dan ayam mulai gaduh
Tet. . . tet. . .tet . . .
Sebuah suara bersumber dari telepon genggamku
Kau membangunkanku diantara kumandang
azan yang merdu...
bertalu di setiap menasah kampung ini
Apalagi tingkahku saat ini
Terkadang tertawa dikala sendiri
Kesunyianku kau ketuk dengan hati
Kau bisa jadi Ayah bagiku
Mengetahui titik kenakalanku
Kau bisa jadi teman baikku
Selalu ada saat aku butuh
Kau juga bisa jadi guru
Selalu memberi kultum segar
Membimbing ke arah yang benar
Membuat hidup menjadi lebih tegar
Dan kau juga pengamatku
Di segala sudut tingkahku
Bahkan saat lupa menyerang
Seperti catatan kau mengingatkanku
Kau kirim bintang sebagai penerang malamku
Hingga fajar tiba dan ayam mulai gaduh
Tet. . . tet. . .tet . . .
Sebuah suara bersumber dari telepon genggamku
Kau membangunkanku diantara kumandang
azan yang merdu...
bertalu di setiap menasah kampung ini
Rabu, 09 Mei 2012
three "s" cafetaria
Duduk di kantin kampus merupakan
kebiasaan mahasiswa pada umumnya, selain menambal perut yang kosong juga
bertemu dengan teman yang banyak dikenal. Namun, tidak semua kantin di kampus
menyediakan makanan yang mengenyangkan dengan harga yang relatif mumer alias
murah meriah.
Salah satu kantin yang
menyediakan menu super duper murah yang
terjangkau bagi kantong mahasiswa dapat kita jumpai di gedung Pendidikan
Kesejahteraan Keluarga (PKK) lantai 1 di
laboratorium boga, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (Fkip) Unsyiah. Kantin
tersebut dikelola oleh mahasiswa semester 6 jurusan tata boga Fkip Unsyiah,
yang terdiri dari 8 orang, mereka dibagi 2 kelompok. Lokasinya yang agak
tertutup karena bertempat di dalam gedung kuliah membuat tidak banyak mahasiswa
yang mengetahui keberadaan kantin ini.
Anasirlia istia dona, mahasiswa Fkip
matematika yang mengaku bahwa mengetahui keberadaan kantin itu saat mengikuti
mata kuliah di laboratorium komputer
yang berada di atas kantin tersebut “awalnya saya tidak tau ada kantin
disitu, tapi tiba-tiba ada kawan yang ngajak makan pas mau naik ke lab kom
atas,” ujarnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh fifi arsita, “saya mengetahui
ada kantin disitu waktu masuk aplikasi komputer (aplikom), sebelumnya ada juga
liat ada menu makanan di tulis di pintu masuknya, tapi tidak begitu peduli pas
masuk aplikom baru nampak ternyata ada kantin di dalamnya” ujar mahasiswa
pendidikan biologi tersebut.
Nazirah mengatakan lokasi yang demikian di
karenakan pengelolaan itu merupakan bagian dari mata kuliah prasyarat yang
harus mereka lalui sejak semester 6-7, dan sesekali dosen dari jurusan penganan
ini juga ikut mengontrol kegiatan mereka setiap hari.
Kantin yang bernama three “s”
cafetaria itu buka setiap hari senin-jumat
mulai pukul 07.00-17.00 wib “kami membuka hanya sampai hari jumat saja, karena
sabtu itu kami melakukan pembukuan dan hari istirahat bagi kami” ujar
nazirah,salah satu pengelola kantin.
Menu utama kantin ini tersedia
nasi gurih, nasi soto dan nasi goreng yang berkisar Rp 4500/porsi hingga
Rp5000/porsi serta bisa menyuruput teh hangat gratis untuk setiap pengunjung
yang memesan salah satu dari ketiga menu tersebut. selain itu juga tersedia
berbagai minuman mulai dari Rp 500-3000, dan macam kue serta makanan ringan lainnya.
Bagi mahasiswa yang ingin membeli alat tulis pun juga tersedia di kantin yang
dikelola oleh mahasiswa jurusan tata boga tersebut. “kita disini di lingkungan
masyarakat,kami tidak mencari untung namun hanya untuk kebutuhan dan untuk
memenuhi nilai mata kuliah saja” tutur nazirah.
“menguntungkan bagi mahasiswa,
makanannya juga enak selain itu juga disajikan teh manisnya, kalau untuk sarapan
udah cocok lah pas sama kantong mahasiswa,” ujar irsa fitra yang baru sekali
mencicipi penganan yang disajikan di kantin itu.
Untuk menu yang dihidangkan,
biasanya mereka selang seling ada saatnya menyediakan nasi goreng dan ada
saatnya menyediakan nasi soto “kalo hari nasi goreng maka banyak yang memesan
nasi goreng, mereka sudah tau hari apa kami menyediakan nasi goreng, namun tergantung
juga saat kami sanggup maka soto pun
juga tersedia,” tambahnya. Pengunjung yang menikmati hidangan di kantin ini perharinya
bisa mencapai 30 hingga 45 orang.
selain di fkip, kantin yang dikelola
oleh mereka juga bisa dijumpai di sekolah
SMA labschool unsyiah yang bertempat di jalan inong balee, setiap minggunya
mereka bergantian dengan kelompoknya, satu kelompok menjaga di fkip dan satunya
lagi berada di kantin labschool. “jadi, di labschool itu kantinnya juga punya
orang kami kantin PKK,” ujar yuni yang merupakan satu kelompok dengan nazirah.
Minggu, 06 Mei 2012
Air oh air, kenapa seperti ini
aku sudah tak tahan lagi, peristiwa seperti ini terus saja terjadi, bahkan aku telah menunggu ber jam-jam hingga tertidur seperti yang terjadi hari ini hanya untuk menunggu air naik ke atas. jika aku mengatakan air naik ke atas tentu saja tidak mungkin, bukankah sifat air itu dari dataran tinggi pasti akan mengalir menuju dataran rendah, namun itu yang terjadi di kos ku, air berasal dari bawah yaitu rumah ibuk kos dinaikkan ke atas dimana tempat kami tinggal, jika air di bawah di hidupkan, maka air tak akan naik ke kamar mandi atas punya kami.
oke, itu tak jadi soal, yang sangat menganggu hari ini adalah dari tadi mati lampu dan itu bertanda air pun tak hidup, ketika hidup air segera ibuk kos menggunakan mesin cucinya, nah apabila mesin itu telah di jalankan maka kami tidak boleh membuka kran air di kamar mandi atas, hmm lalu bagaimana jika ada yang pergi kuliah lalu tidak ada air??gampang saja, hanya tinggal potokopi langsung berangkat, itu sering saya lakukan jika air tak ada,hehehhe.
aku benar-benar tidak tahan lagi, segera ku turun ke bawah dan ternyata mesin cuci itu telah berhenti dari pekerjaannya, maka segera ku cabut silang nya dari kran air di kamar mandi itu dan memutuskan untuk menggunakan kamar mandi bawah saja, baru saja baju dilepas langsung terdengar suara orang ngedor-ngedor pintu kamar mandi sambil teriak-teriak seperti kebakaran, oh ternyata itu suara ibuk kos, mengapa dengan saya??apa karena belum bayar uang listrik bulan ini?.
"heii...siapa di dalam? bagaimana kamu cabut krannya, coba buka pintunya ibuk mau liat kran itu, jangan-jangan kamu salah cabut", teriak ibuk kos dari luar.
"ya cabut seperti biasa, mau gimana lagi emangnya," jawabku sedikit takut.
kemudian tidak menunggu lama segera pintu ku buka, dengan hanya menggunakan handuk langsung saja ibuk kos menerobos masuk ke dalam kamar mandi kecil itu, tanpa memperhatikan posisi ku berdiri, dia langsung menuju kran air yang menghubungkan antara mesin cuci dan kran air kamar mandi.
"oh jadi jeut neu cabut, pike hanjeut saknyo", kata ibuk kos dlm bahasa aceh saat mengetahui aku yang berada di dalam.
"kiban buk, na betoi lage nyan cara caboet jih?", jawab ku lega.
"ka betoi nyan,,ka lanjutkan lom beuh," ujar ibuk kos sambil tersenyum dan meninggalkan aku di sudut pintu kamar mandi.
sungguh betapa takutnya aku saat itu, karena memang sebelumnya tidak ada anak kos yang bisa dan mampu membuka penghubung kran itu, karena memang sulit, kalau tidak hati-hati maka kran mesin cuci atau pun kran air bak mandi itu akan patah, bahkan anak ibuk tersebut tidak begitu mahir juga melepaskan penghubung kran itu, itu terbukti pada saat ibuk kos pulang ke kampung nya beberapa waktu lalu.
oke, itu tak jadi soal, yang sangat menganggu hari ini adalah dari tadi mati lampu dan itu bertanda air pun tak hidup, ketika hidup air segera ibuk kos menggunakan mesin cucinya, nah apabila mesin itu telah di jalankan maka kami tidak boleh membuka kran air di kamar mandi atas, hmm lalu bagaimana jika ada yang pergi kuliah lalu tidak ada air??gampang saja, hanya tinggal potokopi langsung berangkat, itu sering saya lakukan jika air tak ada,hehehhe.
aku benar-benar tidak tahan lagi, segera ku turun ke bawah dan ternyata mesin cuci itu telah berhenti dari pekerjaannya, maka segera ku cabut silang nya dari kran air di kamar mandi itu dan memutuskan untuk menggunakan kamar mandi bawah saja, baru saja baju dilepas langsung terdengar suara orang ngedor-ngedor pintu kamar mandi sambil teriak-teriak seperti kebakaran, oh ternyata itu suara ibuk kos, mengapa dengan saya??apa karena belum bayar uang listrik bulan ini?.
"heii...siapa di dalam? bagaimana kamu cabut krannya, coba buka pintunya ibuk mau liat kran itu, jangan-jangan kamu salah cabut", teriak ibuk kos dari luar.
"ya cabut seperti biasa, mau gimana lagi emangnya," jawabku sedikit takut.
kemudian tidak menunggu lama segera pintu ku buka, dengan hanya menggunakan handuk langsung saja ibuk kos menerobos masuk ke dalam kamar mandi kecil itu, tanpa memperhatikan posisi ku berdiri, dia langsung menuju kran air yang menghubungkan antara mesin cuci dan kran air kamar mandi.
"oh jadi jeut neu cabut, pike hanjeut saknyo", kata ibuk kos dlm bahasa aceh saat mengetahui aku yang berada di dalam.
"kiban buk, na betoi lage nyan cara caboet jih?", jawab ku lega.
"ka betoi nyan,,ka lanjutkan lom beuh," ujar ibuk kos sambil tersenyum dan meninggalkan aku di sudut pintu kamar mandi.
sungguh betapa takutnya aku saat itu, karena memang sebelumnya tidak ada anak kos yang bisa dan mampu membuka penghubung kran itu, karena memang sulit, kalau tidak hati-hati maka kran mesin cuci atau pun kran air bak mandi itu akan patah, bahkan anak ibuk tersebut tidak begitu mahir juga melepaskan penghubung kran itu, itu terbukti pada saat ibuk kos pulang ke kampung nya beberapa waktu lalu.
Tongkat Berjalan Maneh
Matanya tajam bagaikan anak panah
yang siap meluncur, namun tatapannya sama sekali tidak mempunyai makna,
semenjak kecelakaan beberapa tahun lalu yang hampir saja merenggut nyawa Putroe
Maneh (20), gadis hitam manis yang kerap di sapa maneh oleh penduduk
kampungnya, sekarang maneh lebih banyak melakukan pekerjaan melamun, menyendiri
di sehelai tikar pandan teras rumahnya.
Kecelakaan itu sudah berlalu
selama empat tahun belakangan, namun kenangan itu masih menyisakan hingga kini,
apa lagi saat melihat salah satu kakinya yang telah hilang pada saat itu, Maneh
merasa sangat terpukul setelah kejadian di simpang “tarok” tersebut.
Hari minggu itu seharusnya
menjadi hari yang bahagia baginya karena terpilih menjadi duta pariwisata 2008
dan juga lulus seleksi pertukaran pelajar di Turki melalui perwakilan
sekolahnya. Namun kebahagiaan itu sirna lalu berganti menjadi duka, mimpinya
selama ini sudah berada di tangan, kemudian hilang tanpa sempat dicicipi
sedikitpun olehnya.
Maneh merupakan gadis kampung
yang terletak di pesisir barat selatan aceh, dia juluki “bungoeng lam oen” oleh
warga sekitar, karena sikapnya yang santun, menghormati orang tua dan jarang
bergaul dengan laki-laki seperti gadis lainnya yang saat itu lagi tren dengan
kata pacaran. Maneh keluar rumah hanya untuk mengaji dan sekolah saja,
hari-harinya dihabiskan di rumah untuk membantu Emaknya yang mengais rejeki
melalui racikan masakan, keluarga maneh sering mendapat panggilan di
rumah-rumah kenduri untuk di pakai jasanya atau lebih populernya catering,
masakan ibunya maneh memang sudah diakui di kampung nan asri tersebut.
Kini maneh kecil telah beranjak
dewasa, kecelakaan tahun lalu mengharuskan kakinya diamputasi, hanya dengan
berjalan satu kaki dan dua tongkat tidak membuat gadis bermata sipit ini patah
semangat dan putus asa, meskipun tidak sedikit orang-orang yang menghardiknya
dengan sebutan kaki satu.
Setelah menyelesaikan masa
studinya di SMA (Sekolah Menengah Atas), dia ingin sekali melanjutkan
pendidikan di Unsyiah (universitas syiah kuala) Banda Aceh, seperti yang
diributkan oleh anak-anak kelasnya. Namun keinginannya itu bertentangan dengan
kedua orangtuanya, karena Maneh tidak mungkin akan mampu berada jauh dari
tempat kelahiran dan orang tuanya.
“mak, lon meuhet that hatee
kuliah bak Unsyiah, lon harap mak mengerti,” ungkapnya kepada Emaknya dengan
mata berkaca-kaca. “hanjeut neuk,,,keadaan tanyoe berbeda, hana sama lage ureng
laen.” Mendengar jawaban itu maneh tidak patah semangat, semangatnya terus
menyala bak api yang siap membakar siapa saja yang menghalanginya. Menurut
maneh bermimpi itu memang sangat sakit dan sedih karena sangat susah menggapainya, namun akan
lebih sedih jika tidak bermimpi sama sekali, paling tidak telah berusaha
semampunya.
***
Seiring waktu berjalan, Emak pun
mengizinkan maneh merantau ke kota, meski kekhawatiran yang terus saja
menghampirinya, namun melihat keyakinan maneh kekhawatirannya pun berkurang.
Maneh lulus dan menjadi mahasiswa
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip), jurusan sastra di kampus yang di
juluki jantong Hatee rakyat aceh, yaitu universitas yang di kagum-kaguminya
saat sekolah di kampung. Saat awal studinya memang tidak sedikit yang
menghardiknya, maneh memulai hari pertama kuliahnya dengan senyuman, dengan
mengenakan rok hitam serta kemeja putih kotak-kotak dan jelbab putih membuat
maneh terlihat anggun dan polos meski di temani kedua tongkatnya kemana saja
dia berpijak.
Maneh telah melewati dua semeter
di bangku kuliah, keadaan maneh yang mempunyai kekurangan fisik itu sudah
terbiasa bagi teman seperjuangannya di kampus tersebut, hal ini membuat maneh
sedikit leluasa, teman-teman sekelasnya pun sangat menyukai sosok maneh yang
lembut dan saling membantu temannya meski kekurangan fisik yang dimilikinya,
namun itu bukanlah suatu penghalang untuk mampu berinteraksi dengan lingkungan
kampusnya.
***
Maneh juga sama halnya dengan
gadis-gadis lain yang ingin dicintai dan mencintai, namun keadaan yang seperti
itu tidak membuatnya terus larut dalam perasaan tersebut, dia tidak ingin virus
merah jambu itu menyerangnya, karena pasti dia pihak yang akan dikecewakan.
Matahari siang ini sungguh panas,
siap membakar siapa saja yang berjalan di bawah teriknya, termasuk maneh yang
sedang menunggu labi-labi dengan teman kelasnya yang biasa di panggil chacha.
“maneh, besok datang ke
rumah ya, ada acara pernikahan kakak
saya”, ujar chacha sambil mengeluarkan kertas merah jambu dari tas kulit
miliknya.
“wah...selamat ya, Insya Allah
saya datang besok tepat waktu,” jawab maneh dengan senyum.
“ucapin selamatnya sama kakak
saya ajaa,,hehehe. Kalo mikir soal pasangan hidup itu ada tiga tahap, disebut
dengan 3S. yang pertama SIAPA AKU, itu terjadi saat kita masih duduk di bangku
SD atau SMP, yang saat datang laki-laki yang ganggu atau menggoda kita,
terlontar cacian dan maki serta cuek dan marah. Trus yang kedua SIAPA DIA, nah
kalo itu aku mengalaminya saat duduk di bangku SMA dan pada tahun pertama
kuliah, pas ada yang deketin langsung cari tau sapa dia, kemudian kalau untuk
yang ketiga....,” chacha memutuskan pembicaraan dengan gelagak tawanya yang
khas.
maneh mulai bingung dengan sikap
chacha, lalu dia berusaha untuk menebak apa yang akan dikatakan temannya itu, lalu
sontak keluar kata-kata dari mulut maneh “ hmmm... yang ketiga pasti SIAPA SAJA,
iya kan?”.
mendengar ucapan maneh, keduanya pun ikut tertawa bersama tanpa memperdulikan lagi cuaca
yang membakar kulit mereka.
sesaat kemudian tawa mereka pun berangsur hilang
dengan melajunya sebuah labi-labi hitam bertuliskan black di depannya.
Jumat, 20 April 2012
BERPETUALANG DI HUTAN KATA
Entah sejak kapan aku mulai berpetualang di semak belukar kata
Dan aku jua tak menyadari kapan diriku menelusuri hutan belantara
Belantara hutan yang ditumbuhi segudang cerita
Belantara hutan yang ditumbuhi sejuta makna
Siapakah yang mengetuk kesunyianku?
Hingga aku berpetualang mencarinya
Dan terus melangkah dalam perjalanan kata
Akankah aku mampu berpetualang di semak ini
Ataukah aku akan kesasar dan tak tau arah jalan ini
Sampai saat ini aku masih tetap berjalan
Menyelusuri lembah cerita, melewati gunung kebingungan
Mencari inspirasi yang masih terkubur
Berusaha membangunkan potensi yang masih tertidur
Dan aku jua tak menyadari kapan diriku menelusuri hutan belantara
Belantara hutan yang ditumbuhi segudang cerita
Belantara hutan yang ditumbuhi sejuta makna
Siapakah yang mengetuk kesunyianku?
Hingga aku berpetualang mencarinya
Dan terus melangkah dalam perjalanan kata
Akankah aku mampu berpetualang di semak ini
Ataukah aku akan kesasar dan tak tau arah jalan ini
Sampai saat ini aku masih tetap berjalan
Menyelusuri lembah cerita, melewati gunung kebingungan
Mencari inspirasi yang masih terkubur
Berusaha membangunkan potensi yang masih tertidur
Senin, 26 Maret 2012
Serpihan Rasamu Ternyata Melukai
Aku rasa memang tidak perlu menulis tentang dirimu
Karena memang tak penting bagiku
Tapi sikap keterlaluan mu itu mengharuskan aku sedikit bercerita
Bercerita tentang sikapmu yang telah menaruh derita
mungkin aku tau apa sebab dari semua ini
namun apakah kamu harus seperti ini
berusaha membuat ku cemburu
berusaha menyimpulkan sikapku
berusaha menebakku
berusaha mengerti diriku
salah...
kau itu tak lebih dari seorang pecundang
kau buat aku tertantang
yah, aku memang tak menaruh dendam
namun hanya sedikit kesal yang terpendam
sejuta pertanyaan keluar namun tak dapat kau dengar
apakah aku pernah menyakitimu?
apakah aku pernah mengecewakanmu?
apakah aku mengabaikanmu?
Pasti kau akan menjawab “iya”
namun pernah kah aku menaruh harapan kosong ataupun memberikan kalimat dusta terhadapmu?, aku tak ingin berdusta kalau aku memang tidak mempunyai perasaan untukmu.
Dan aku...
Aku tak pernah menghina kamu tentang kejelekanmu
Aku tak pernah menyalahkan suatu peristiwa karena kesalahanmu
Aku juga tak pernah mengatakan “pantesan orang kost kamu tidak suka terhadapmu”
Kau terlalu jauh, dan kau tak akan mengerti ku
Sungguh beruntung aku tidak mempunyai rasa untukmu
Karena jika tidak maka mungkin aku orang paling bodoh
Aku pun menyesal pernah sedikit bercerita tentangku
Yang seharusnya tak perlu ku ceritakan padamu
Hingga akhirnya kau menertawakanku
Terima kasih atas ucapanmu yang pedas meskipun tak langsung
Dan terima kasih atas kebaikan-kebaikanmu
Aku lelah, tak ingin lagi aku menguak cerita ini.
Karena memang tak penting bagiku
Tapi sikap keterlaluan mu itu mengharuskan aku sedikit bercerita
Bercerita tentang sikapmu yang telah menaruh derita
mungkin aku tau apa sebab dari semua ini
namun apakah kamu harus seperti ini
berusaha membuat ku cemburu
berusaha menyimpulkan sikapku
berusaha menebakku
berusaha mengerti diriku
salah...
kau itu tak lebih dari seorang pecundang
kau buat aku tertantang
yah, aku memang tak menaruh dendam
namun hanya sedikit kesal yang terpendam
sejuta pertanyaan keluar namun tak dapat kau dengar
apakah aku pernah menyakitimu?
apakah aku pernah mengecewakanmu?
apakah aku mengabaikanmu?
Pasti kau akan menjawab “iya”
namun pernah kah aku menaruh harapan kosong ataupun memberikan kalimat dusta terhadapmu?, aku tak ingin berdusta kalau aku memang tidak mempunyai perasaan untukmu.
Dan aku...
Aku tak pernah menghina kamu tentang kejelekanmu
Aku tak pernah menyalahkan suatu peristiwa karena kesalahanmu
Aku juga tak pernah mengatakan “pantesan orang kost kamu tidak suka terhadapmu”
Kau terlalu jauh, dan kau tak akan mengerti ku
Sungguh beruntung aku tidak mempunyai rasa untukmu
Karena jika tidak maka mungkin aku orang paling bodoh
Aku pun menyesal pernah sedikit bercerita tentangku
Yang seharusnya tak perlu ku ceritakan padamu
Hingga akhirnya kau menertawakanku
Terima kasih atas ucapanmu yang pedas meskipun tak langsung
Dan terima kasih atas kebaikan-kebaikanmu
Aku lelah, tak ingin lagi aku menguak cerita ini.
Jumat, 17 Februari 2012
TAMAN YANG TERABAIKAN
Beberapa waktu yang lalu ketika kami melintasi taman yang berada tak jauh dari area kampus, seakan dia menyadari kehadiran kami, mungkin juga dia sedang menjerit seolah berkata “kalian hanya ingin menikmati aku tanpa pedulikan aku,,, tidakkah kau lihat sampah yang kau tinggalkan, rerumputan yang kau biarkan menghiasi tubuhku”.
Disana terlihat beberapa dedaunan yang merelakan kawan tua nya berjatuhan
Disana terlihat beberapa orang anak bergelagak tawa diantara semilir angin
Disana juga terdengar kicauan burung bertalu diantara sunyinya taman ini
***
Sesekali sengaja aku kembali melewati taman itu seusai jam kuliah
Ku coba hidupkan seri yang mugkin dulu ada bunga cinta bersemi
Tapi semua seakan lemah...
Ku perhatikan taman dengan dentingan bertalu diantara pepohonan yang bisu
Disana hanya terlihat beberapa orang yang latihan basket dan terkadang juga beberapa orang yang latihan skyboard, namun coba lihat di tengah taman itu,,,matahari menyelinap masuk dari celah-celah daun, menyelimuti tempat bermain itu, membiarkan rerumputan menikmati sendiri tanpa embun, karna embun telah dilenyapkan oleh sang matahari
Tidak adakah disini sekuntum bunga yang merekah?
Aku bertanya pada kunang-kunang yang tak memperlihatkan cahayanya
Mana mungkin mendapat jawaban, sedangkan dia tak tau apa yang harus dikatakan
Kemudian,,,aku pun meninggalkan taman
Dengan harapan saat kembali
Akan terlihat bunga yang bersemi
Langganan:
Komentar (Atom)

