Senyumku tak biasa hari ini
Apalagi tingkahku saat ini
Terkadang tertawa dikala sendiri
Kesunyianku kau ketuk dengan hati
Kau bisa jadi Ayah bagiku
Mengetahui titik kenakalanku
Kau bisa jadi teman baikku
Selalu ada saat aku butuh
Kau juga bisa jadi guru
Selalu memberi kultum segar
Membimbing ke arah yang benar
Membuat hidup menjadi lebih tegar
Dan kau juga pengamatku
Di segala sudut tingkahku
Bahkan saat lupa menyerang
Seperti catatan kau mengingatkanku
Kau kirim bintang sebagai penerang malamku
Hingga fajar tiba dan ayam mulai gaduh
Tet. . . tet. . .tet . . .
Sebuah suara bersumber dari telepon genggamku
Kau membangunkanku diantara kumandang
azan yang merdu...
bertalu di setiap menasah kampung ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar