aku sudah tak tahan lagi, peristiwa seperti ini terus saja terjadi, bahkan aku telah menunggu ber jam-jam hingga tertidur seperti yang terjadi hari ini hanya untuk menunggu air naik ke atas. jika aku mengatakan air naik ke atas tentu saja tidak mungkin, bukankah sifat air itu dari dataran tinggi pasti akan mengalir menuju dataran rendah, namun itu yang terjadi di kos ku, air berasal dari bawah yaitu rumah ibuk kos dinaikkan ke atas dimana tempat kami tinggal, jika air di bawah di hidupkan, maka air tak akan naik ke kamar mandi atas punya kami.
oke, itu tak jadi soal, yang sangat menganggu hari ini adalah dari tadi mati lampu dan itu bertanda air pun tak hidup, ketika hidup air segera ibuk kos menggunakan mesin cucinya, nah apabila mesin itu telah di jalankan maka kami tidak boleh membuka kran air di kamar mandi atas, hmm lalu bagaimana jika ada yang pergi kuliah lalu tidak ada air??gampang saja, hanya tinggal potokopi langsung berangkat, itu sering saya lakukan jika air tak ada,hehehhe.
aku benar-benar tidak tahan lagi, segera ku turun ke bawah dan ternyata mesin cuci itu telah berhenti dari pekerjaannya, maka segera ku cabut silang nya dari kran air di kamar mandi itu dan memutuskan untuk menggunakan kamar mandi bawah saja, baru saja baju dilepas langsung terdengar suara orang ngedor-ngedor pintu kamar mandi sambil teriak-teriak seperti kebakaran, oh ternyata itu suara ibuk kos, mengapa dengan saya??apa karena belum bayar uang listrik bulan ini?.
"heii...siapa di dalam? bagaimana kamu cabut krannya, coba buka pintunya ibuk mau liat kran itu, jangan-jangan kamu salah cabut", teriak ibuk kos dari luar.
"ya cabut seperti biasa, mau gimana lagi emangnya," jawabku sedikit takut.
kemudian tidak menunggu lama segera pintu ku buka, dengan hanya menggunakan handuk langsung saja ibuk kos menerobos masuk ke dalam kamar mandi kecil itu, tanpa memperhatikan posisi ku berdiri, dia langsung menuju kran air yang menghubungkan antara mesin cuci dan kran air kamar mandi.
"oh jadi jeut neu cabut, pike hanjeut saknyo", kata ibuk kos dlm bahasa aceh saat mengetahui aku yang berada di dalam.
"kiban buk, na betoi lage nyan cara caboet jih?", jawab ku lega.
"ka betoi nyan,,ka lanjutkan lom beuh," ujar ibuk kos sambil tersenyum dan meninggalkan aku di sudut pintu kamar mandi.
sungguh betapa takutnya aku saat itu, karena memang sebelumnya tidak ada anak kos yang bisa dan mampu membuka penghubung kran itu, karena memang sulit, kalau tidak hati-hati maka kran mesin cuci atau pun kran air bak mandi itu akan patah, bahkan anak ibuk tersebut tidak begitu mahir juga melepaskan penghubung kran itu, itu terbukti pada saat ibuk kos pulang ke kampung nya beberapa waktu lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar