Berikut ini adalah pengalaman menulis surat cinta pertama saya,hehhee. surat cinta pertama kepada orang yang sama sekali tidak saya kenal, yeyeye ini surat cinta kepada asisten laboratorium fisika, agak bingung pertamanya untuk memilih salah seorang dari mereka untuk ditulisi surat cinta, hmmm pikir dan pikir-pikir, itung kancing baju,,jiaaakkkk ini hasilnya
Namanya hasan, bukan hasan dan husen seperti lagu rafly dan cucu nabi, tapi dia adalah asisten lab ketika saya mengambil mata kuliah praktikum fisika dasar, suitt..suitt.
eitss..ini hanya untuk have fun aja ya, dalam rangka hari terakhir pertemuan dengan abang-abang dan kakak-kakak asisten tidak mengandung unsur belerang, racun atau pun virus merah jambu,hehhehe
inspirasi_10
Sabtu, 26 Mei 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Topeng Sandiwara
Mulutmu mengeluarkan bisa
Hingga meracuni pendengar
Lidahku kelu tak berucap
diam tak bergerak
Topeng yang kau kenakan
Ternyata hanya indah diluar
Pantas saja semua terpana
Saat kau bicara semua menganga
Darahku mengucur, namun tak terlihat
Akupun ikut bersandiwara
lewat pasangan mata dan air
Kini kau tertawa dibalik topeng sandiwara
Hingga meracuni pendengar
Lidahku kelu tak berucap
diam tak bergerak
Topeng yang kau kenakan
Ternyata hanya indah diluar
Pantas saja semua terpana
Saat kau bicara semua menganga
Darahku mengucur, namun tak terlihat
Akupun ikut bersandiwara
lewat pasangan mata dan air
Kini kau tertawa dibalik topeng sandiwara
Jumat, 18 Mei 2012
Ngekampus di Hari Merah
Cahaya petir dan suara gemuruh langit terlihat dari celah-celah tirai jendela kamar membuat tubuhku kembali mendekap guling dan mencari selimut untuk menutup mata. pagi itu di sambut dengan perang hujan, lalu pandanganku beralih ke kalender yang menempel di dinding kamar, terlihat tulisannya merah diantara warna hitam yang berarti hari ini libur. Namun alasanku bangun cepat adalah hari ini tetap kuliah meskipun kalender nasional menampakkan wajah merahnya, betapa geramnya saat malam tadi memperoleh info tersebut melalui sms anak kelasku.
Hujan telah berhenti diantara atap-atap rumah, pagi itu dengan make up dan semangat seadanya, ku telusuri jalan darussalam menuju kampus menggunakan supra hitam dengan kecepatan 60 km/jam. seperti dugaanku, mahasiswa terlihat terlantar di luar gedung karena memang ini hari libur dan tak ada ruang kuliah yang terbuka kecuali RKU.
Di sudut kantin RKU beberapa anak sedang membuat barisan seperti dalam bis yang siap berangkat, di dalamnya ada yang cengar cengir, bergosip, bahkan ada juga yang asik dengan komputer jinjing.
Sesaat kemudian kantin yang tidak buka pada hari kosong itu pun dipadati oleh anak kelas Reg A yang merupakan anak-anak sekelas denganku dan diikuti pula tarian angin yang membuat daun-daun menari dan ranting berdendang, membuat jelbab kami bertiup mengikuti tarian angin dan sesekali muncul helai rambut diantara jilbab yang kami kenakan. suasana menjadi dingin, bulu tangan kami berdiri, angin itu berubah menjadi gumpalan hitam dan menurunkan tetes-tetes air, percikan air itu membasahi bangku di depan kami yang di duduki para lelaki, mereka pun menghindari percikannya dan duduk bersebelahan dengan kami.
Hujan semakin membanjiri darussalam, kami terperangkap di dalam kantin yang tidak tersedia makanan dan hanya dihuni oleh Anak-anak reg A, dingin menusuk kulit dan tangis hujan semakin menjadi, beberapa anak menggerutu kuliah hari ini.
Dua jam sudah kami menghabiskan waktu dikantin yang bertempat di samping parit menuju fakultas tehnik, baunya pun sangat luarbiasa ketika tetes hujan mulai menyentuh permukaannya, parit yang sebelumnya kering kemudian basah lalu menciptakan bau yang sangat mengerikan, masuk kehidung lalu menuju otak. Aroma parfum "sweet heart" yang kami gemari berubah menjadi air got yang sungguh menyengat, mungkin jika ada sebatang mawar ataupu melati mereka pun akan dikalahkan oleh bau air hitam yang tak lagi mengalir itu.
Terdengar teriakan kelompok wanita dari ujung dan diikuti kawanan laki-laki yang duduk bersebelahan dengan kami yang saat itu sedang melayang jemarinya diatas papan catur kecil, kami yang duduk agak ke ujung jalan bertanya-tanya apa yang terjadi?, ternyata seseorang baru saja menelepon sang dosen yang mengadakan kuliah hari ini, dan seperti petir yang menyambar saat tadi pagi buta, kabarnya ibu yang akan mengajar itu tidak datang, bersamaan dengan itu terlihat mulut para mahasiswa seperti membaca mantra, mantra kekesalan yang merelakan waktu liburnya tuk menginjak kaki di kampus, padahal cuaca pagi itu sudah memperingatkan.
Hujan telah berhenti diantara atap-atap rumah, pagi itu dengan make up dan semangat seadanya, ku telusuri jalan darussalam menuju kampus menggunakan supra hitam dengan kecepatan 60 km/jam. seperti dugaanku, mahasiswa terlihat terlantar di luar gedung karena memang ini hari libur dan tak ada ruang kuliah yang terbuka kecuali RKU.
Di sudut kantin RKU beberapa anak sedang membuat barisan seperti dalam bis yang siap berangkat, di dalamnya ada yang cengar cengir, bergosip, bahkan ada juga yang asik dengan komputer jinjing.
Sesaat kemudian kantin yang tidak buka pada hari kosong itu pun dipadati oleh anak kelas Reg A yang merupakan anak-anak sekelas denganku dan diikuti pula tarian angin yang membuat daun-daun menari dan ranting berdendang, membuat jelbab kami bertiup mengikuti tarian angin dan sesekali muncul helai rambut diantara jilbab yang kami kenakan. suasana menjadi dingin, bulu tangan kami berdiri, angin itu berubah menjadi gumpalan hitam dan menurunkan tetes-tetes air, percikan air itu membasahi bangku di depan kami yang di duduki para lelaki, mereka pun menghindari percikannya dan duduk bersebelahan dengan kami.
Hujan semakin membanjiri darussalam, kami terperangkap di dalam kantin yang tidak tersedia makanan dan hanya dihuni oleh Anak-anak reg A, dingin menusuk kulit dan tangis hujan semakin menjadi, beberapa anak menggerutu kuliah hari ini.
Dua jam sudah kami menghabiskan waktu dikantin yang bertempat di samping parit menuju fakultas tehnik, baunya pun sangat luarbiasa ketika tetes hujan mulai menyentuh permukaannya, parit yang sebelumnya kering kemudian basah lalu menciptakan bau yang sangat mengerikan, masuk kehidung lalu menuju otak. Aroma parfum "sweet heart" yang kami gemari berubah menjadi air got yang sungguh menyengat, mungkin jika ada sebatang mawar ataupu melati mereka pun akan dikalahkan oleh bau air hitam yang tak lagi mengalir itu.
Terdengar teriakan kelompok wanita dari ujung dan diikuti kawanan laki-laki yang duduk bersebelahan dengan kami yang saat itu sedang melayang jemarinya diatas papan catur kecil, kami yang duduk agak ke ujung jalan bertanya-tanya apa yang terjadi?, ternyata seseorang baru saja menelepon sang dosen yang mengadakan kuliah hari ini, dan seperti petir yang menyambar saat tadi pagi buta, kabarnya ibu yang akan mengajar itu tidak datang, bersamaan dengan itu terlihat mulut para mahasiswa seperti membaca mantra, mantra kekesalan yang merelakan waktu liburnya tuk menginjak kaki di kampus, padahal cuaca pagi itu sudah memperingatkan.
Mungkin aku memang tak bakat
Yah, disini aku bisa menulis sebebasnya, sesuka hatiku tanpa ada yang mengedit, ataupun memotong apa yang ku tulis, meskipun yang kutulis itu adalah "sampah" namun tidak ada orang yang mampu membersihkan kekotoran yang ku buat sendiri. berbeda halnya dengan tulisan yang ku kirim ke suatu media, yang merupakan wadah tempatku mengasah kemampuan yang masih sangat dangkal dan muda. mungkin ada beberapa berita yang ku tulis dimuat bukan karena kelayakannya tapi agar tumbuh semangatku untuk terus menulis, terkadang tulisanku juga memusingkan para editor hingga tingkat dewa,hehehee....
okee, tak jadi soal karena akupun sudah siap untuk itu, namun ketika jerih payah ku memburu berita dan kendala dalam penulisanku semakin rumit dan tulisanku benar-benar tidak dimuat, aku mulai jenuh untuk melakukan pekerjaan itu, dan semangatku mulai turun, ternyata memang aku tak bakat.
entahlah, sudah beberapa minggu ini aku melalaikan tugasku sebagai anggota muda, alasan ku sangat kuat, tapi sederhana yaitu sibuk dan capek, alasan ini sebenarnya mengandung arti yang mendalam dan terletak jauh di dasar hati,hanya ku yang mampu memahami, menyelam apa yang terjadi.
mungkin memang lebih bagusnya kalau aku menulis hanya untuk diri sendiri, tanpa diketahui oleh orang lain karena aku semakin takut untuk menulis apalagi kemampuanku jauh ketinggalan, dan terkadang macet seperti lampu lalu lintas yang ditimpa kemacetan yang sangat panjang, kadang aku berpikir kenapa menulis itu susah padahal waktu kecil itu adalah pekerjaan yang rutin, bahkan aku mempunyai dua buku diary yang kemudian dicuri oleh temanku, dan dibacanya diam-diam.
tapi disini aku bebas menulis, meskipun sampah tulisanku memenuhi kolom ini, kotor karena tertulisi oleh hal yang mungkin tak penting.
okee, tak jadi soal karena akupun sudah siap untuk itu, namun ketika jerih payah ku memburu berita dan kendala dalam penulisanku semakin rumit dan tulisanku benar-benar tidak dimuat, aku mulai jenuh untuk melakukan pekerjaan itu, dan semangatku mulai turun, ternyata memang aku tak bakat.
entahlah, sudah beberapa minggu ini aku melalaikan tugasku sebagai anggota muda, alasan ku sangat kuat, tapi sederhana yaitu sibuk dan capek, alasan ini sebenarnya mengandung arti yang mendalam dan terletak jauh di dasar hati,hanya ku yang mampu memahami, menyelam apa yang terjadi.
mungkin memang lebih bagusnya kalau aku menulis hanya untuk diri sendiri, tanpa diketahui oleh orang lain karena aku semakin takut untuk menulis apalagi kemampuanku jauh ketinggalan, dan terkadang macet seperti lampu lalu lintas yang ditimpa kemacetan yang sangat panjang, kadang aku berpikir kenapa menulis itu susah padahal waktu kecil itu adalah pekerjaan yang rutin, bahkan aku mempunyai dua buku diary yang kemudian dicuri oleh temanku, dan dibacanya diam-diam.
tapi disini aku bebas menulis, meskipun sampah tulisanku memenuhi kolom ini, kotor karena tertulisi oleh hal yang mungkin tak penting.
kau diantara peranmu
Senyumku tak biasa hari ini
Apalagi tingkahku saat ini
Terkadang tertawa dikala sendiri
Kesunyianku kau ketuk dengan hati
Kau bisa jadi Ayah bagiku
Mengetahui titik kenakalanku
Kau bisa jadi teman baikku
Selalu ada saat aku butuh
Kau juga bisa jadi guru
Selalu memberi kultum segar
Membimbing ke arah yang benar
Membuat hidup menjadi lebih tegar
Dan kau juga pengamatku
Di segala sudut tingkahku
Bahkan saat lupa menyerang
Seperti catatan kau mengingatkanku
Kau kirim bintang sebagai penerang malamku
Hingga fajar tiba dan ayam mulai gaduh
Tet. . . tet. . .tet . . .
Sebuah suara bersumber dari telepon genggamku
Kau membangunkanku diantara kumandang
azan yang merdu...
bertalu di setiap menasah kampung ini
Apalagi tingkahku saat ini
Terkadang tertawa dikala sendiri
Kesunyianku kau ketuk dengan hati
Kau bisa jadi Ayah bagiku
Mengetahui titik kenakalanku
Kau bisa jadi teman baikku
Selalu ada saat aku butuh
Kau juga bisa jadi guru
Selalu memberi kultum segar
Membimbing ke arah yang benar
Membuat hidup menjadi lebih tegar
Dan kau juga pengamatku
Di segala sudut tingkahku
Bahkan saat lupa menyerang
Seperti catatan kau mengingatkanku
Kau kirim bintang sebagai penerang malamku
Hingga fajar tiba dan ayam mulai gaduh
Tet. . . tet. . .tet . . .
Sebuah suara bersumber dari telepon genggamku
Kau membangunkanku diantara kumandang
azan yang merdu...
bertalu di setiap menasah kampung ini
Rabu, 09 Mei 2012
three "s" cafetaria
Duduk di kantin kampus merupakan
kebiasaan mahasiswa pada umumnya, selain menambal perut yang kosong juga
bertemu dengan teman yang banyak dikenal. Namun, tidak semua kantin di kampus
menyediakan makanan yang mengenyangkan dengan harga yang relatif mumer alias
murah meriah.
Salah satu kantin yang
menyediakan menu super duper murah yang
terjangkau bagi kantong mahasiswa dapat kita jumpai di gedung Pendidikan
Kesejahteraan Keluarga (PKK) lantai 1 di
laboratorium boga, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (Fkip) Unsyiah. Kantin
tersebut dikelola oleh mahasiswa semester 6 jurusan tata boga Fkip Unsyiah,
yang terdiri dari 8 orang, mereka dibagi 2 kelompok. Lokasinya yang agak
tertutup karena bertempat di dalam gedung kuliah membuat tidak banyak mahasiswa
yang mengetahui keberadaan kantin ini.
Anasirlia istia dona, mahasiswa Fkip
matematika yang mengaku bahwa mengetahui keberadaan kantin itu saat mengikuti
mata kuliah di laboratorium komputer
yang berada di atas kantin tersebut “awalnya saya tidak tau ada kantin
disitu, tapi tiba-tiba ada kawan yang ngajak makan pas mau naik ke lab kom
atas,” ujarnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh fifi arsita, “saya mengetahui
ada kantin disitu waktu masuk aplikasi komputer (aplikom), sebelumnya ada juga
liat ada menu makanan di tulis di pintu masuknya, tapi tidak begitu peduli pas
masuk aplikom baru nampak ternyata ada kantin di dalamnya” ujar mahasiswa
pendidikan biologi tersebut.
Nazirah mengatakan lokasi yang demikian di
karenakan pengelolaan itu merupakan bagian dari mata kuliah prasyarat yang
harus mereka lalui sejak semester 6-7, dan sesekali dosen dari jurusan penganan
ini juga ikut mengontrol kegiatan mereka setiap hari.
Kantin yang bernama three “s”
cafetaria itu buka setiap hari senin-jumat
mulai pukul 07.00-17.00 wib “kami membuka hanya sampai hari jumat saja, karena
sabtu itu kami melakukan pembukuan dan hari istirahat bagi kami” ujar
nazirah,salah satu pengelola kantin.
Menu utama kantin ini tersedia
nasi gurih, nasi soto dan nasi goreng yang berkisar Rp 4500/porsi hingga
Rp5000/porsi serta bisa menyuruput teh hangat gratis untuk setiap pengunjung
yang memesan salah satu dari ketiga menu tersebut. selain itu juga tersedia
berbagai minuman mulai dari Rp 500-3000, dan macam kue serta makanan ringan lainnya.
Bagi mahasiswa yang ingin membeli alat tulis pun juga tersedia di kantin yang
dikelola oleh mahasiswa jurusan tata boga tersebut. “kita disini di lingkungan
masyarakat,kami tidak mencari untung namun hanya untuk kebutuhan dan untuk
memenuhi nilai mata kuliah saja” tutur nazirah.
“menguntungkan bagi mahasiswa,
makanannya juga enak selain itu juga disajikan teh manisnya, kalau untuk sarapan
udah cocok lah pas sama kantong mahasiswa,” ujar irsa fitra yang baru sekali
mencicipi penganan yang disajikan di kantin itu.
Untuk menu yang dihidangkan,
biasanya mereka selang seling ada saatnya menyediakan nasi goreng dan ada
saatnya menyediakan nasi soto “kalo hari nasi goreng maka banyak yang memesan
nasi goreng, mereka sudah tau hari apa kami menyediakan nasi goreng, namun tergantung
juga saat kami sanggup maka soto pun
juga tersedia,” tambahnya. Pengunjung yang menikmati hidangan di kantin ini perharinya
bisa mencapai 30 hingga 45 orang.
selain di fkip, kantin yang dikelola
oleh mereka juga bisa dijumpai di sekolah
SMA labschool unsyiah yang bertempat di jalan inong balee, setiap minggunya
mereka bergantian dengan kelompoknya, satu kelompok menjaga di fkip dan satunya
lagi berada di kantin labschool. “jadi, di labschool itu kantinnya juga punya
orang kami kantin PKK,” ujar yuni yang merupakan satu kelompok dengan nazirah.
Minggu, 06 Mei 2012
Air oh air, kenapa seperti ini
aku sudah tak tahan lagi, peristiwa seperti ini terus saja terjadi, bahkan aku telah menunggu ber jam-jam hingga tertidur seperti yang terjadi hari ini hanya untuk menunggu air naik ke atas. jika aku mengatakan air naik ke atas tentu saja tidak mungkin, bukankah sifat air itu dari dataran tinggi pasti akan mengalir menuju dataran rendah, namun itu yang terjadi di kos ku, air berasal dari bawah yaitu rumah ibuk kos dinaikkan ke atas dimana tempat kami tinggal, jika air di bawah di hidupkan, maka air tak akan naik ke kamar mandi atas punya kami.
oke, itu tak jadi soal, yang sangat menganggu hari ini adalah dari tadi mati lampu dan itu bertanda air pun tak hidup, ketika hidup air segera ibuk kos menggunakan mesin cucinya, nah apabila mesin itu telah di jalankan maka kami tidak boleh membuka kran air di kamar mandi atas, hmm lalu bagaimana jika ada yang pergi kuliah lalu tidak ada air??gampang saja, hanya tinggal potokopi langsung berangkat, itu sering saya lakukan jika air tak ada,hehehhe.
aku benar-benar tidak tahan lagi, segera ku turun ke bawah dan ternyata mesin cuci itu telah berhenti dari pekerjaannya, maka segera ku cabut silang nya dari kran air di kamar mandi itu dan memutuskan untuk menggunakan kamar mandi bawah saja, baru saja baju dilepas langsung terdengar suara orang ngedor-ngedor pintu kamar mandi sambil teriak-teriak seperti kebakaran, oh ternyata itu suara ibuk kos, mengapa dengan saya??apa karena belum bayar uang listrik bulan ini?.
"heii...siapa di dalam? bagaimana kamu cabut krannya, coba buka pintunya ibuk mau liat kran itu, jangan-jangan kamu salah cabut", teriak ibuk kos dari luar.
"ya cabut seperti biasa, mau gimana lagi emangnya," jawabku sedikit takut.
kemudian tidak menunggu lama segera pintu ku buka, dengan hanya menggunakan handuk langsung saja ibuk kos menerobos masuk ke dalam kamar mandi kecil itu, tanpa memperhatikan posisi ku berdiri, dia langsung menuju kran air yang menghubungkan antara mesin cuci dan kran air kamar mandi.
"oh jadi jeut neu cabut, pike hanjeut saknyo", kata ibuk kos dlm bahasa aceh saat mengetahui aku yang berada di dalam.
"kiban buk, na betoi lage nyan cara caboet jih?", jawab ku lega.
"ka betoi nyan,,ka lanjutkan lom beuh," ujar ibuk kos sambil tersenyum dan meninggalkan aku di sudut pintu kamar mandi.
sungguh betapa takutnya aku saat itu, karena memang sebelumnya tidak ada anak kos yang bisa dan mampu membuka penghubung kran itu, karena memang sulit, kalau tidak hati-hati maka kran mesin cuci atau pun kran air bak mandi itu akan patah, bahkan anak ibuk tersebut tidak begitu mahir juga melepaskan penghubung kran itu, itu terbukti pada saat ibuk kos pulang ke kampung nya beberapa waktu lalu.
oke, itu tak jadi soal, yang sangat menganggu hari ini adalah dari tadi mati lampu dan itu bertanda air pun tak hidup, ketika hidup air segera ibuk kos menggunakan mesin cucinya, nah apabila mesin itu telah di jalankan maka kami tidak boleh membuka kran air di kamar mandi atas, hmm lalu bagaimana jika ada yang pergi kuliah lalu tidak ada air??gampang saja, hanya tinggal potokopi langsung berangkat, itu sering saya lakukan jika air tak ada,hehehhe.
aku benar-benar tidak tahan lagi, segera ku turun ke bawah dan ternyata mesin cuci itu telah berhenti dari pekerjaannya, maka segera ku cabut silang nya dari kran air di kamar mandi itu dan memutuskan untuk menggunakan kamar mandi bawah saja, baru saja baju dilepas langsung terdengar suara orang ngedor-ngedor pintu kamar mandi sambil teriak-teriak seperti kebakaran, oh ternyata itu suara ibuk kos, mengapa dengan saya??apa karena belum bayar uang listrik bulan ini?.
"heii...siapa di dalam? bagaimana kamu cabut krannya, coba buka pintunya ibuk mau liat kran itu, jangan-jangan kamu salah cabut", teriak ibuk kos dari luar.
"ya cabut seperti biasa, mau gimana lagi emangnya," jawabku sedikit takut.
kemudian tidak menunggu lama segera pintu ku buka, dengan hanya menggunakan handuk langsung saja ibuk kos menerobos masuk ke dalam kamar mandi kecil itu, tanpa memperhatikan posisi ku berdiri, dia langsung menuju kran air yang menghubungkan antara mesin cuci dan kran air kamar mandi.
"oh jadi jeut neu cabut, pike hanjeut saknyo", kata ibuk kos dlm bahasa aceh saat mengetahui aku yang berada di dalam.
"kiban buk, na betoi lage nyan cara caboet jih?", jawab ku lega.
"ka betoi nyan,,ka lanjutkan lom beuh," ujar ibuk kos sambil tersenyum dan meninggalkan aku di sudut pintu kamar mandi.
sungguh betapa takutnya aku saat itu, karena memang sebelumnya tidak ada anak kos yang bisa dan mampu membuka penghubung kran itu, karena memang sulit, kalau tidak hati-hati maka kran mesin cuci atau pun kran air bak mandi itu akan patah, bahkan anak ibuk tersebut tidak begitu mahir juga melepaskan penghubung kran itu, itu terbukti pada saat ibuk kos pulang ke kampung nya beberapa waktu lalu.
Langganan:
Komentar (Atom)
